Jumat, 17 Oktober 2008

Menciptakan Bahasa Buatan dengan Sandi ATBaSh

Kalau kita penggemar berat novel-novelnya Dan Brown atau paling tidak sudah pernah baca Da Vinci Code, pasti kita udah tau apa itu sandi ATBaSh. Dalam novel itu diceritakan bahwa Prof. Langdon memecahkan teka-teki nama Baphomet dengan sandi ini dan hasilnya merujuk pada nama Sophie.

Menurut Wikipedia, ATBaSh sebenarnya adalah sandi sederhana untuk abjad Ibrani (abjad yang digunakan orang Israel / bangsa Yahudi), yang diperoleh dari menukar huruf-hurufnya dengan cara : Aleph (huruf pertama) ditukar dengan Tav (huruf terakhir), Beth (huruf kedua) ditukar dengan Shin (huruf sebelum tav), dan seterusnya. Oleh karena itulah makasandi ini dinamakan ATBSh (dibaca ATBaSh, singkatan dari Aleph – Tav – Beth – Shin). Jadi prinsipnya adalah pembalikan urutan saja.

Dalam Alkitab (Bible), di kitab Jeremiah (Yeremia) sandi ini dipakai untuk menyebutkan nama bangsa seperti : Lev Kamai (Yeremia 51 : 1, yang dalam bahasa Ibrani berarti Singa Kamai) adalah ATBaSh dari Kasdim (nama Ibrani untuk Bangsa Chaldea : bangsanya Nebukadnesar), dan Sheshakh (Yeremia 25 : 26; dan 51 : 41) adalah ATBaSh untuk Bavel (nama Ibrani untuk Babylonia).

Sebelumnya marilah kita mengenal abjad Ibrani terlebih dahulu.
Bangsa Ibrani (= Yahudi = Israel) serumpun dengan bangsa Arab, maka dari itu abjadnyapun agak mirip-mirip sebutannya meskipun bentuk hurufnya jauh berbeda (bentuk abjad Ibrani bisa dilihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Hebrew_alphabet). Abjad Ibrani dan Arab sama-sama terdiri atas konsonan-konsonan, tidak mempunyai huruf vokal.

Urutan Abjad Ibrani dan Romanisasinya:
Aleph
Beth (B) / Veth (V)
Gimel (G)
Dalet (D)
He (H)
Vav (V) / Waw (W)
Zayin (Z)
Chet (Ch/Kh)
Teth (T)
Yod (Y)
Kaph (K) / Khaph (Ch/Kh)
Lamed (L)
Mem (M)
Nun (N)
Samekh (S)
Ayin
Pe (P) / Fe (F)
Tsadi (Ts)
Quph (Q)
Resh (R)
Shin (Sh) / Sin (S)
Tav (T)

Seperti huruf Arab : Alif dan Ain, huruf Ibrani : Aleph dan Ayin tidak bisa ditransliterasikan ke dalam alfabet Latin. Tetapi kebanyakan huruf-huruf itu dibaca sebagai vokal A.

Seperti huruf Arab : Waw dan Ya, huruf Ibrani : Vav / Waw dan Yod juga bisa dibaca sebagai vokal : Vav / Waw sebagai U (kadang juga O) sedangkan Yod sebagai I (kadang juga E)

Beberapa huruf memiliki variasi pengucapan seperti Beth (B) dan variasinya Veth (V), Kaph (K) dan Khaph (Kh), Pe (P) dan Fe (F), dsb.

Susunan huruf-huruf di atas jika di-ATBaSh-kan akan menjadi :
(Aleph) = Tav/Taw (T)
Beth (B) / Veth (V) = Shin (Sh) / Sin (S)
Gimel (G) = Resh (R)
Dalet (D) = Quph (Q)
He (H) = Tsadi (Ts)
Vav (V) / Waw (W) = Pe (P) / Fe (F)
Zayin (Z) = (Ayin)
Chet (Ch/Kh) = Samekh (S)
Teth (T) = Nun (N)
Yod (Y) = Mem (M)
Kaph (K) / Khaph (Ch/Kh) = Lamed (L)
dan sebaliknya : Lamed = Kaph, Mem = Yod, dst...

Dari contoh kasus novel Da Vinci Code : ‘Baphomet’ yang ditulis dengan abjad Ibrani :
Beth (B) – Pe (P) – Waw (W) – Mem (M) – Tav (T)

disandikan menjadi :

Sin (S) – Waw (W) – Fe (F) – Yod (Y) – (Aleph),
dibaca ‘Sufya’, transliterasi Ibrani atas kata Yunani ‘Sophia’ berarti ‘kebijaksanaan, wisdom’. Dan dalam cerita tersebut merujuk pada nama Sophie (variasi Sophia).


Jika mengalami kesulitan dalam penyandian ATBaSh, karena abjad Ibrani tidak mengakomodasi beberapa konsonan Latin, bisa dipakai aturan sendiri seperti berikut :

Aleph dengan Tav bisa dihilangkan
B = S
G (J) = R. Gimel (G) padanan huruf Arabnya Jim (J)
D = Q
H = C (Ts kita setarakan dengan C)
W = P, V = F
Z bisa tidak disandikan karena Ayin tidak ada padanannya
Chet dan Samekh bisa dihilangkan
T = N
Y = M
K = L
Vokal tidak disandikan


Contoh :
Yanayu yegac.
Matamu merah.

Guyaclu sebag.
Rumahku besar.

Cai, Samu, bekayan biatr! Awa lasag?
Hai, Bayu, selamat siang! Apa kabar?

Alu niqal bula yalat goni qat yituy bubu.
Aku tidak suka makan roti dan minum susu.

Cagi iti wahaglu wegri le Beyagatr, sebol le Ralagna.
Hari ini pacarku pergi ke Semarang, besok ke Jakarta

Wugpoqaqi lonate, bitr qaqi oga tmanate.
Purwodadi kotane, sing dadi ora nyatane.

Sgintem Bweagb qat Yaqotta wegtac seghiuyat.
Britney Spears dan Madonna pernah berciuman.

Kibnet no moug ceagn, bweal moug yitq!
Listen to your heart, speak your mind!

Banu qinaysac banu baya qetrat qua, qua qinaysac qua baya qetrat eywan.
Satu ditambah satu sama dengan dua, dua ditambah dua sama dengan empat.

Itqotebia Natac Aiglu, reyac giwac koc ritapi.
Indonesia Tanah Airku, gemah ripah loh jinawi

Taya bama Lgibnimata Cagm Pacmuqi.
Nama saya Kristiyana Hary Wahyudi

Qitab Wegitqubngiat Wegqaratrat qat Wegnaysatrat Lasuwanet Rgosorat Wgowitbi Rapa Netrac.
Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pertambangan Kabupaten Grobogan Propinsi Jawa Tengah.

Sotroug en Sietfetu, Yebbieugb en Yebqayeb.
Bonjour et Bienvenu, Messieurs et Mesdames.

Agb Kotra Fina Sgefib, Yetb Bata It Hogwoge Bato.
Ars Longa Vita Brevis, Mens Sana In Corpore Sano.

Senin, 01 September 2008

Menciptakan Bahasa Buatan melalui Sandi DaGaDu

Kalau sudah pernah ke Jogja, pasti kita udah tau apa itu DaGaDu. Sebenarnya DaGaDu lebih dari sekadar merk kaos atau nama pabriknya tetapi ada sebuah misteri dibalik kata ‘DaGaDu’.

Menurut sejarah, semuanya berawal dari bahasa sandi para preman dan kaum bromocorah Yogyakarta di Beringharjo, ShoppingCenter, Bausasran, dan daerah ‘favorit’ lainnya. Mereka menciptakan dialog yang tidak dimengerti sembarang orang kecuali komunitas gelap mereka untuk memperlancar operasi jahat. Tetapi terbukti bahwa faktor intelegensia menentukan kerahasiaan terminologi bahasa yang mereka pakai akhirnya bocor diketahui umum.
(sumber : http://kopilova.blogspot.com/2007/04/dear-mister-langdon-viva-cryptology.html).

Bagi masyarakat Jogja, kata DaGaDu sudah ada sejak beberapa dasawarsa lalu dikenal sebagai umpatan: matamu (!). Inilah bahasa walikan, bahasa slang orang Jogja yang disusun dengan cara membalik empat baris huruf Jawa. Permainan sandi dalam bahasa walikan ini dilakukan dengan cara menukar empat baris pertama dengan baris ketiga, baris kedua dengan baris keempat dan begitu pula sebaliknya. Kata berbahasa Indonesia dipenggal berdasarkan suku katanya, kemudian dipasangkan berdasarkan urutan baris huruf Jawa tersebut, tanpa perlu mengubah huruf vokalnya. Kata Da-Ga-Du menjadi mudah dipahami. Da pada baris kedua dibaca Ma yang ada pada baris keempat. Ga pada garis keempat dibaca Ta di baris kedua, dan Du (Da) berpasangan dengan Ma (Mu). Jadi Da-Ga-Du berarti Ma-Ta-Mu.
(sumber : http://www.dagadu.co.id/misc.php?open=ptadd)

Pola sandi DaGaDu dibuat berdasarkan urutan pada aksa Jawa (HaNaCaRaKa). Kuncinya terletak pada penggantian/ penukaran masing-masing konsonan pada baris pertama dan kedua (H-N-C-R-K; D-T-S-W-L) dengan konsonan-konsonan baris ketiga dan keempat (P-Dh-J-Y-Ny; M-G-B-Th-Ng) dan sebaliknya, sedangkan vokal tidak disandikan.

Contoh :
Dagadu deyap.
Matamu merah.

Yudapnyu sebay.
Rumahku besar.

Pai, Saru, bengadag bial! Aha nyasay?
Hai, Bayu, selamat siang! Apa kabar?

Anyu gimany bunya danyadh yogi madh didhud bubu.
Aku tidak suka makan roti dan minum susu.

Payi idhi hajaynyu heyti nye Bedayal, sebony nye Canyayga.
Hari ini pacarku pergi ke Semarang, besok ke Jakarta

Huythomami nyogadhe, bil mami oya kagadhe.
Purwodadi kotane, sing dadi ora nyatane.

Syigdher Bheayb madh Damodhdha heydhap seyjiudadh.
Britney Spears dan Madonna pernah berciuman.

Ngibgedh go rouy peayg, bheany rouy didhm!
Listen to your heart, speak your mind!

Bagu migadsap bagu bada meladh mua, mua migadsap mua bada meladh ed-hag.
Satu ditambah satu sama dengan dua, dua ditambah dua sama dengan empat.

Idhmodhebia Gadhap Aiynyu, tedap yihap ngop cidhathi.
Indonesia Tanah Airku, gemah ripah loh jinawi

Dhada bara Nyyibgiradha Payr Thaprumi.
Nama saya Kristiyana Hary Wahyudi

Midhab Heyidhmubgyiadh Heymataladh madh Heygadsaladh Nyasuhagedh Tyosotadh Hyohidhbi Catha Gelap.
Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pertambangan Kabupaten Grobogan Propinsi Jawa Tengah.

Sodhcouy eg Siedhthedhu, Debbieuyb eg Debmadeb.
Bonjour et Bienvenu, Messieurs et Mesdames.

Ayb Ngola Thiga Syethib, Dedhb Badha Idh Joyhoye Badho.
Ars Longa Vita Brevis, Mens Sana In Corpore Sano.


Menerjemahkan teks dengan sandi DaGaDu (dengan beberapa penyesuaian fonem / huruf)
Contoh : syair bahasa Quenya :
RÍANNA
by Vicente Velasco (Tatyandacil)
Namárië, Ríanna vanima, Heriméla!
Antanelyë men melmë ar alassë,
ar renuvammet oialë.
Namárië, Ríanna vanima, Ardalótë!
Coacalinalya firnë ve lícuma súrinen,
nó melmemma len úva firë indommassen.
Namárië, Ríanna vanima, Indotári!
Sí wila Númenna rámainen laurië,
ar nai fëalya seruva oialmaressë.


Bahasa A : DaGaDu version of Quenya (mirip bahasa Tamil, ya? - ):
Dhadayie, Yiadhdha thadhida, Heyidenga!
Adhgadhengre dedh dengde ay angabbe
ay yedhuthaddeg oiange.
Dhadayie, Yiadhdha thadhida, Aymangoge!
Joajangidhangra hiydhe the ngijuda buyidhedh,
dho dengdedda ngedh utha hiye idhmoddabbedh.
Dhadayie, Yiadhdha thadhida, idhmogayi!
Bi thinga Dhudedhdha yaidadhedh ngauyie
ay dhai heangra beyutha oiangdayebbe.


Translation in English by Helge K. Fauskanger:
Farewell, beautiful Princess, loving lady!
You gave us love and joy,
and we will remember them forever.
Farewell, beautiful Princess, Flower of the Realm!
The light of your house died like a candle in the wind,
but our love for you will not die in our hearts.
Farewell, beautiful Princess, Queen of Hearts!
Now fly into the West on golden wings,
and may your soul rest in eternal bliss.


Bahasa B : DaGaDu version of English (bahasa Korea apa bahasa planet nih? - ):
Hayethengng, seaugihungng Hyidhjebb, ngothil ngamr!
rou tathe ub ngothe adhm cor,
adhm the thingng yededseng wed hoyethey.
Hayethengng, seaugihungng Hyidhjebb, Hngothey oh we Yeangd!
We ngitpg oh rouy poube miem nginye a jadhmnge idh we thidhm,
sug ouy ngothe hoy rou thingng dhog mie idh ouy peaygb.
Hayethengng, seaugihungng Hyidhjebb, Nyueedh oh Peaygb!
Dhoth hngr idhgo we Thebg odh tongmedh thilb,
adhm dar rouy boung yebg idh egeydhang sngibb.



Translation in Bahasa Indonesia by dejongstebroer:
Selamat tinggal, Putri cantik, wanita pujaan!
Kau memberi kami cinta dan kegembiraan,
dan kami akan mengingatnya untuk selamanya.
Selamat tinggal, Putri cantik, Bunga Negeri!
Cahaya rumahmu padam seperti lilin tertiup angin,
Tetapi cinta kami untukmu tidak akan mati di hati kami.
Selamat tinggal, Putri cantik, Ratu Hati!
Sekarang terbanglah ke Barat dengan sayap emas,
dan semoga jiwamu beristirahat dalam kebahagiaan abadi.


Bahasa C : DaGaDu version of Bahasa Indonesia (bahasa planet mana lagi tuh? - ):
Bengadag giltang, Hugyi jadhginy, thadhiga hucaadh!
Nyau dedseyi nyadi jidhga madh nyetedsiyaadh,
madh nyadi anyadh delilagka udhguny bengadaka.
Bengadag giltang, Hugyi jadhginy, Sula Dheteyi!
Japara deyapdu hamad beheygi ngingidh geygiuh alidh,
gegahi jidhga nyadi udhgunydu gimany anyadh dagi mi pagi nyadi.
Bengadag giltang, Hugyi jadhginy, Yagu Pagi!
Benyayal geysalngap nye Sayag meladh barah edab,
madh bedota cithadu seyibgiyapag mangad nyesapatiaadh asami.



Dengan menerjemahkan beberapa bahasa dengan satu sandi saja bisa tercipta beberapa bahasa buatan (conlang) seperti contoh di atas kita dapat menghasilkan tiga bahasa sekaligus (bahasa A, B dan C) dari tiga bahasa yang berbeda dengan hanya menggunakan sandi DaGaDu. Bagaimana hasilnya jika menggunakan lebih dari satu sandi, seperti misalnya sandi DaGaDu dengan sandi ATBaSh?

Karena aslinya sandi DaGaDu hanya dibuat khusus untuk Bahasa Jawa, tetapi teman-teman bisa menggunakannya untuk bahasa lain dengan catatan fonem-fonem (huruf-huruf)-nya bersesuaian atau dapat disesuaikan dengan Aksara Jawa, misalnya fonem F bisa diganti P sehingga F dan P sama-sama disandikan menjadi H, fonem V disamakan dengan W dan disandikan menjadi Th, Q disesuaikan dengan K sehingga disandikan menjadi Ny, dan sebagainya.

Nah, sekarang bisa sendiri kan? Dengan begini kita bisa menciptakan bahasa sendiri seperti eyang JRR Tolkien. Gak perlu susah-susah deh nyiptain vocabulary sendiri! Coba buat kalimat dalam ”Bahasa DaGaDu” dan berikut terjemahannya dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris dan kirimin saya hasilnya!

Minggu, 14 Oktober 2007

PENCIPTAAN BAHASA BUATAN (FONOLOGI DAN MORFOLOGI)

A. Fonologi

Sebelum menciptakan sebuah bahasa, seorang conlanger harus menentukan fonem-fonem yang digunakan dalam bahasa ciptaannya. Fonem adalah kesatuan bunyi terkecil yang dapat membedakan arti suatu kata. Sebuah fonem bisa dilambangkan dalam sebagai satu huruf (monograph) seperti d, p, χ, ŗ, æ, ð, ø, dan ñ atau dua huruf (digraph) seperti sh, ch, th dalam bahasa fonem Inggris atau ng, ny dalam bahasa Indonesia. Sebaiknya menggunakan standarisasi fonem International Phonetic Alphabet atau Pinyin yang menggunakan lambang-lambang / huruf-huruf yang disepakati oleh seluruh dunia.


B. Kosakata (Vocabulary)

Ada dua metode pembuatan kosakata bahasa buatan :

1. Nonsistematik

Kosakata dibuat secara suka-suka sesuai kreasi penciptanya. Disebut Metode Kreasi dan bahasa buatan yang dihasilkan disebut bahasa a prori. Disarankan juga membuat bahasa buatan lainnya dan dibuat hubungan etimologis dengan kosakata bahasa buatan lain tersebut, secara vertikal dan horisontal
- vertikal : dengan kata lain yang mencakup pengertian dasar / entri-nya yang bisa diturunkan dari bentuk yang lebih kuno.
- horisontal : dengan kata lain dari bahasa buatan lain yang memiliki hubungan kekerabatan dengan bahasa buatan tersebut.

Contoh : Bahasa A berkerabat dengan bahasa B
Bahasa A :
rumah = SAHALAK < saha =" tinggal" lak =" pembentuk" rumah =" tempat" kematian =" MAGALAK" maga =" mati" kehidupan =" FANALAK" fana =" hidup" rumah =" PENEL" pen =" hidup" el =" pembentuk" rumah =" tempat" kematian =" MEZEL" mez =" mati" kehidupan =" IMEZEL" i =" tidak" mez =" mati">2. Sistematik

Kosakata dibuat menurut aturan tertentu yang dibuat penciptanya. Kosakata dapat dibentuk dari bahasa lain yang sudah ada (baik dari bahasa buatan maupun bahasa nonbuatan yang dikreasikan sedemikian rupa sehingga tidak menyerupai kosakata bahasa sumbernya. Disebut Metode Re-kreasi dan bahasa buatan yang dihasilkan disebut bahasa a posteriori.
Terdapat empat cara : anagram, pembalikan (reversing), sandi (coding) dan rekonstruksi.

a. Anagram.

Model anagram diperoleh dengan menukar-nukarkan setiap fonem atau mengacaukan fonem bahasa sumber.
Contoh :
Kosakata ‘kami’
Kata-kata yang mungkin adalah : KIMA, KAIM, KIAM, AMIK, AKIM, AMIK, AKMI, MIKA, MAKI, MIAK, MAIK, IMAK, IMKA, IKAM, IKMA, dsb.
Misalnya ditentukan / dipilih : ‘kami’ = MAIK.

Kosakata ‘beli’
Kata-kata yang mungkin adalah : BILE, BIEL, BLIE, BLEI, BEIL, ELIB, EBIL, EBLI, ELBI, LIBE, LEBI, LIEB, LEIB, IBEL, ILEB, IBLE, ILBE, dsb.
Misalnya ditentukan / dipilih : ‘beli’ = ILBE.

Kosakata ‘rumah’
Kata-kata yang mungkin adalah : RAMUH, MURAH, MARUH, HURAM, HARUM, HAMUR, HUMAR, UMRAH, RAHUM, RUHAM, ARHUM, AMHUR, dsb.
Misalnya ditentukan / dipilih : ‘rumah’ = ARHUM.

Kosakata ‘besar’
Kata-kata yang mungkin adalah : BARES, BASER, BARSE, BASRE, BERAS, BEARS, ERABS, ERBAS, SEBAR, SERAB, SABER, SAREB, SARBE, SERBA, RESAB, RESBA, RASBE, RASEB, REBAS, dsb.
Misalnya ditentukan / dipilih : ‘rumah’ = ERBAS.

Maka dapat dibuat beberapa variasi kalimat yang mungkin untuk ‘kami membeli rumah besar’:
MAIK ILBE ARHUM ERBAS atau
ILBE-MAIK ERBAS-ARHUM, dsb


b. Pembalikan (reversing)

Diperoleh dari membalik urutan fonem kosakata bahasa sumber.
Ada dua cara :
(i) Pembalikan kata (word reversing)
Contoh :
rumah = HAMUR
kematian = NAITAMEK
(ii)Pembalikan suku kata (syllable reversing).
Contoh :
rumah = MAHRU / MARUH
kematian = KETIMAAN (bisa disederhanakan menjadi KETIMAN) / KEANTIMA (KANTIMA / KENTIMA) / ANTIMAKE / TIMAKEAN (TIMAKAN / TIMAKEN)

c. Sandi (coding)
Pembuatan kosakata dilakukan dengan menukarkan setiap fonem dengan aturan-aturan tertentu yang konstan.

Urutan alfabet maupun kebalikannya>
Terlebih dahulu, alfabet dibagi menjadi konsonan dan vokal.
Konsonan : B = C, C = D, D = F, F = G, G = H, …, Y = Z, Z = B.
atau kebalikannya :
Z = Y, Y = X, X = W, W = V, V = T, …, C = B, B = Z.
Vokal : A = E, E = I , I = O, O = U, U = A.
atau kebalikannya :
U = O, O = I, I = E, E = A, A = U.
Contoh : rumah = SANEJ (R = S, U = A, M = N, A = E, H = J)
lima = MONE (L = M, I = O, M = N, A = E)
rumah = QOLUG (R = Q, U = O, M = L, A = U, H = G)
lima = KELU (L = K, I = E, M = L, A = U)

Catatan :
- urutan boleh dimodifikasi menjadi lompat dua (B = D), atau lompat tiga (B = F)
- selain alphabet Latin, dapat pula digunakan uruta alphabet lan seperti Yunani, Cirilic, abjad Ibrani, Arab, aksara Jawa, dsb.

Beberapa sandi alphabet yang terkenal:
a. Sandi DAGADU = MATAMU.
Menggunakan urutan aksara Jawa dengan metode sandi lompat lima.
Konsonan : H = P, N = Dh, C = J, R = Y, K = Ny ( dan sebaliknya: P = H, Dh = N, J = C, Y = R, Ny = K )
D = M, T = G, S = B, W = Th, L = Ng ( dan sebaliknya: M = D, G = T, B = S, Th = W, Ng= L )
Vokal : (tetap)
Maka : rumah = YUDAP (R = Y, M = D, H = P)
Jika urutan biasa :
Konsonan : H = N, N = C, C = R, R = K, K = D, D = T, T = S, S = W, W = L, L = P, P = Dh, Dh, J, J = Y, Y = Ny, Ny = M, M = G, G = B, B = Th, Th = Ng, Ng = H
Vokal :(tetap)
Maka : rumah = KUGAN (R = K, M = G, H = N)

b. Sandi ATBASh.
Manggunakan urutan abjad Ibrani dengan metode sandi lipat dua (lompat – balik)
(aleph) = T, B = Sh, G = R, D = Q, … , Q = D, R = G, S = B, T = (aleph)
Contoh : rumah = GUYAC (R = G, M = Y, H = Ts / disederhanakan menjadi C, T atau S)
putih = WUIC ( P = W, T = aleph – tidak ditulis, sebaiknya dihilangkan saja, H = C)

Kemiripan Bunyi
B = P, P = B F = V, V = F K = G, G = K D = T, T = D S = Z, Z = S C = J, J = C
L = R, R = L M = N, N = M Y = W, W = Y
H = (tidak ada)
Contoh : rumah = LUNA
pagi = BAKI
hitam = IDAN

Contoh Sandi Kemiripan Bunyi :
Hukum Korespondensi Fonemis (Pertukaran Bunyi)
Misalnya : Hukum Grimm pada bahasa-bahasa Indo-Eropa.
Lihat : http://www-personal.umich.edu/~clunis/wow/grimm/ dan http://en.wikipedia.org/wiki/Grimm's_law

Dengan memakai hukum Grimm, dapat diciptakan kosakata baru, misalnya yang mungkin untuk kata ‘pagi’ : PAGI, AGI (menurut Celtic) dan FAKI (menurut Germanic); ‘kota’ : KOTA, COTA, COThA (menurut Celtic), HOThA (menurut Germanic).


d. Rekonstruksi

Biasanya digunakan untuk menciptakan kembali kosakata bahasa kuno yang sudah punah, yang tidak memiliki peninggalan tertulis atau tidak diketahui secara lisan penuturannya. Tetapi bisa juga untuk menciptakan bahasa baru yang mengakomodasi bahasa-bahasa serumpun. Penciptaan kosakata dilakukan dengan membanding-bandingkan bahasa-bahasa yang diduga merupakan turunan dari sebuah bahasa atau memiliki hubungan kekerabatan dan mencari persamaan bentuk dasar (stem) yang mungkin. Contoh bahasa hasil rekonstruksi adalah Proto Indo-European, Proto Germanic, Pan Celtic (Kelteag Nueadh), Aramaic Jesus (untuk film The Passion of Christ), Europaio (berdasarkan Proto Indo-European), Lingua Franca Nova (berdasarkan bahasa-bahasa Romance : Italia, Spanyol, Portugis, Prancis dan Catalan).

MENCIPTAKAN BAHASA BUATAN (CONLANGING)

Kegiatan menciptakan bahasa buatan (constructed language / conlang) atau disebut conlanging sudah dikenal sejak lama dan kebanyakan bermula dari suatu hobi. Pencipta bahasa buatan disebut conlanger.
Bahasa Buatan, yang dalam Bahasa Inggris disebut sebagai constructed language (conlang) atau artificial language (artlang) adalah sebuah bahasa dengan fonologi, tata bahasa (grammar) dan kosakata (vocabulary)-nya sengaja diciptakan oleh individu atau kelompok, dan bukan merupakan hasil perubahan alamiah sebagai bagian dari kebudayaan.
Ada beberapa alasan mencptakan sebuah bahasa buatan, antara lain :
1. Mempermudah komunikasi manusia, sebagai bahasa bantu (auxiliary language)
2. Menghidupkan sebuah dunia fiksi atau buatan.
3. Eksperimen bahasa
4. Kegemaran (hobi) seseorang dalam berbahasa.
5. Permainan bahasa
Beberapa conlang terkenal beserta conlangernya :

1. Klingon, diciptakan oleh Marc Okrand. Digunakan dalam film fiksi Star Trek. Dipergunakan oleh ras fiktif Klingon.

2. Aramaic Jesus, diciptakan oleh Rev. William Fulco, seorang pendeta yang merekonstruksi bahasa Aramaic yang digunakan pada masa Yesus Kristus (yang sudah tidak digunakan lagi) untuk film The Passion of the Christ

3. Gargish diciptakan oleh Herman Miller, seorang programmer computer. Digunakan dalam serial game computer Ultima.

4. Elvish, Mannish, Orkish, Dwarvish diciptakan oleh JRR untuk novel fantasinya The Lord of The Rings. Dua di antaranya diciptakan dengan tata bahasa lengkap yatu Quenya dan Sindarin (Keduanya digolongkan sebagai Elvish languages). Dalam penciptaannya, Tolkien banyak merujuk kosakata dan dasar-dasar tata bahasa Finlandia, Inggris Kuno (Anglo Saxon) dan Welsh.

5. Esperanto diciptakan oleh Ludovic Lazarus Zamenhof Kosakata bersumber dari bahasa-bahasa Romance dan Germanic, dengan fonologi dari bahasa-bahasa Slavic. Kata ‘Esperanto” bermakna ‘seseorang yang berharap’. Digunakan oleh komunitas-konuntas tertentu di Eropa dengan 100.000 – 2 juta penutur.

6. Ido, diciptakan oleh Louis de Beaufort yang dikembangkan dari Esperanto digunakan oleh beberapa komunitas dengan jumlah penutur 2000 – 5000 orang.

7. Lingua Ignota diciptakan oleh Hildegrad of Bingen, seorang biarawati dari Rupertsberg. Conlang pertama yang diciptakan pada abad ke-12 untuk tujuan mistik dengan aksara khusus. Kosakata dikembangkan dari bahasa Latin dan Jerman dengan tata bahasa mirip bahasa Latin.

8. Volapük diciptakan oleh Johann Martin Schleyer, seorang pendeta Katolik dengan tata bahasa dikembangkan dari bahasa-bahasa Indo-Eropa. Kata ‘Volapük’ sendiri berarti ‘World-speak’. Masih digunakan oleh sekitar 20 – 30 penutur.

9. Interlingua diciptakan oleh sebuah organisasi International Auxiliary Language Association. Pernah digunakan sebagai bahasa ilmiah. Dikembangkan dari bahasa Inggris, Prancis, Italia, Portugis, Spanyol, Jerman, Rusia dan Latin.